0

Terdekap

sulit rasanya jika selalu tertekan
terlebih saat kau ingin melakukan sesuatu hal
tapi harus mengalami masa debat terlebih dahulu

bagaimana rasanya selalu dibayangi?
ruang gerak terasa sempit bukan?
ya, begitulah adanya

serontak diri ingin berkoar keras
tapi jika tak pas pada waktunya
diri akan menjadi terlihat salah

kebebasan mutlak perlu kita dapatkan
terutama di masa pertumbuhan ini
diri akan mencari, mana jati diri kita sesungguhnya
dan semua akan kau dapatkan dari pengalaman ini

segala sesuatunya terbatas jika hanya berdiam di rumah
benar, diri butuh refreshing, kebebasan memilih, juga waktu untuk menyendiri
ketika benar-benar penat, saat itulah diri mulai merintih
diri akan mencari mana tempat yang pas untuk menenangkan pikiran
benar, carilah segera !
0

Jiwa Yang Rapuh

Ketika cahaya nurani mereka kian padam
tak menyisakan seberkas cahaya pun
hanya tersisa keangkuhan dan ketamakan akan harta

Ketika relung hati mereka kian menghilang
tak bersisakan setitik rasa iba
hanya tersisa kesombongan akan diri sendiri

Saat itulah jiwa ini kian layu
Terkubur akan kejamnya dunia
Saat itulah jiwa ini kian rapuh
Menghadapi ini semua sendirian

merasa tersingkirkan dari indahnya bumi ibu pertiwi
0

Monopoli Para Penguasa

Kami disini untuk mencari keadilan
yang telah direnggut oleh tangan penguasa
Kami disini untuk menuntut hak kami
yang telah dirampas oleh tangan besi

Mereka bilang keadilan harus ditegakkan
Namun ternyata hanya omong belaka
Kemerdekaan hanya untuk mereka
Para penguasa-penguasa negeri

Kami hanyalah manusia yang rapuh
Dengan jiwa yang Pupus dan layu
Kami hanyalah manusia terasing
Di bumi Ibu pertiwi tercinta

Kami pun sering bertanya
Mana kemerdekaan untuk kami
Para pewaris negeri yang tak berdaya

Kami pun sering bertanya
Mengapa kami selalu tersingkir
menjadi monopoli para penguasa
0

Adap Menjawab

sebuah survey membuktikan bahwa orang pintar tak selalu berbicara dan menjawab pertanyaan.
banyak diantaranya yang diam ketika diberi pertanyaan, apalagi pertanyaan yang menyudutkannya.
orang itu hanya mencari selamat dan melemparnya kembali pada sang pemberi pertanyaan.

dan itu memang benar, menurut saya tak semua pertanyaan harus dijawab
seperlunya saja, tak usah menjawab jika ujungnya hanya suatu kebohongan nantinya

banyak pula jawaban-jawaban palsu dadi orang lain, lalu orang yang menjawab itu malah mendapat julukan orang yang pandai.
padahal itu hanya ungkapan untuk mencari muka, dan ujungnya dia tak melakukan apa yang dia katakan barusan.

didikan dirimu untuk menjadi diri sendiri.
berbicara dengan seperlunya saja, tanpa banyak berjanji atau menjadi orang sok jenius.
tak usah berlogat seperti seorang profesor, tapi coba dengan katamu sendiri dan tanpa berbohong.
0

Cinta Alay / 4l4y Masa Sekolah

cinta masa sekolah yang konyol. banyak reka adegan yang melebihi sewajarnya. for example: nama panggilan yang alay, tukar cincin, dan lain sebagainya.

kadang banyak dari mereka yang over protectif kepada pasangannya dengan alasan takut kehilangan, takut ditinggalkan, dan lain sebagainya. sampai-sampai hampir setiap menit dia sms, nanyain kabar, dan sebagainya. padahal jika dipikir dengan logika, mereka itu baru cinta monyet dan udah pasti bakal berhenti di tengah jalan.

sering juga ada yang berkorban, contohnya: seorang cowok membaca status facebook ceweknya. gini statusnya: "pengen makan cokelat". lalu sang cowok bergegas membeli coklat, lalu menaruhnya di depan pintu rumah si cewek. di coklat tersebut ada tulisan super unyu yaitu: "ini coklat buat kamu sayang, mumumu (disertai smiley cium)"

lebih konyol lagi mereka yang berjuang di tengah hujan untuk menjemput pacarnya. rela ujan-ujanan dan sakit demi si cinta monyet. lalu ujung-ujungnya pas sakit, terus minta diperhatiin. nah, lebih gila lagi kalau pasangannya ga peduli, pasti terus nulis status/tweet galau, kalau ga itu langsung sms: "KAMU JAHAT !!"

0

Tugas? Untuh Sebuah Nilai

satu pertanyaan tercipta "tuntutan apa lagi setelah ini?"
banyak sekali tugas yang harus diselesaikan, lalu dikumpulkan
padahal sesungguhnya itu hanya sebatas tugas dan tak dipelajari
dan semuanya dilakukan hanya untuk sebuah nilai

kepayahan seseorang mulai terlihat
dimana mereka sok sibuk ketika mendapat tugas
walaupun sebenarnya hanya satu tugas dan jika dikerjakan hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam
namun orang tersebut terlalu over lebay, hingga setiap kali teman mengajaknya keluar rumah, dia akan menjawab "sorry bro, tugasku numpuk"

hal itu merupakan contoh orang yang suka menunda pekerjaan
terlihat sok sibuk dihadapan orang lain biar dibilang WOW
payah dan terlihat konyol
0

Apa Itu Prestasi?

aku melihat anak-anak kecil menuju dewasa dengan giatnya belajar
semampu mereka berusaha meraih prestasi
berharap dengan itu, masa depan akan indah

waktu berjalan, anak kecil ini bersenggama dengan pendidikan
sempat ia meraih gelar juara
bahkan teramat sering ia mendapatkannya

dan sering kali dia berada di jalan yang benar
dimana usaha dan doanya terkabul
disini tempat ia berdiri

hingga suatu saat, dimana kelulusan itu tiba
ia gagal memperoleh beasiswa perguruan tinggi

selepas itu, dia pergi berperang melawan kehidupan
melamar pekerjaan dengan keahliannya
namun keberuntungan tak lagi berpihak
semua menjadi berubah dan tak memegang pundaknya

sadar, prestasi yang di dapat terasa tak berguna
melamar pekerjaan juga butuh keahlian dan uang
semua mimpi terasa hambar, lenyap tiba-tiba

sedikit langkahnya coba berpacu
mungkin kehidupan akan menuntunnya suatu saat nanti
setidaknya lebih baik dari hari ini
0

Perjuangan Menulis

semua tak seberat ini, dahulu
sekarang aku harus pergi untuk menyendiri
dan ketika itu aku baru bisa menulis
semua juga tak seribet ini, dahulu
aku tak harus berkelana jauh dalam mencari ide
kadang ketika sampai tempat yang tepat, aku harus berfikir ulang untuk ide
semua menyadarkan diri
perjuangan untuk menulis cukup berat
setelah berfikir mencari tempat, pikiran juga harus mencari ide lanjutan
alhasil, semuanya buntu dan penulisan pun gagal saat melewati beberapa tanda titik
ada rasa kecewa, tapi apa boleh buat
ini akan menjadi tradisiku sampai waktu yang tak bisa kutentukan
lapang dada, ikhlaskan semua
iya, semua harus diikhlaskan
iya, semuanya
semuanya..
0

Sang Ahli Bahasa

pengucapan itu harus difikir dahulu
apalagi jika salah ucap, bisa merubah maknanya

begitulah yang sering terjadi
kadang bahasaku tak secanggih kamus-kamus besar
jadi membuat semua berubah makna

tak logis lagi ketika sang ahli bahasa tak menuntunku
malah dia ikut menyalahku
guru yang sebenarnya tak pantas ku panggil guru

ucapannya yang terlalu tinggi membuatku malas mengucapkan sesuatu yang menjadi fakta
satu alasan juga, karna sang guru tak mampu menerima masukan
begitulah adanya

lebih lucu lagi, ketika aku tak boleh memikirkan apa yang akan ku katakan
menurut sang guru, itu awal dari kebohongan dan pembelaan diri
aku sih maklum saja, mungkin karna sang guru curigaan
atau mungkin memang sang guru terlalu sensitif dengan muridnya
entahlah...
yang jelas, semua pengucapan bahasa ini membuatku muak
karna aku bukan belajar lagi
tapi lebih ke penekanan pada diri sendiri
ujungnya hanya capek di perkataan karna kalah debat
juga capek hati karna harus selalu mengalah
0

Robot

semua dilakukan seperti robot
harus meminta ijin untuk melakukan suatu hal
dan kegiatan dibatasi dengan banyak hal
jika itu tak bagus pasti akan ditolak
jika itu baik, kadang masih berfikir ulang untuk memberi ijin

akses yang cukup sulit menurutku
baik dan benarnya ditentukan orang lain, bukan diri sendiri
aku mulai menyebutnya suatu paksaan
tentunya untuk diriku sendiri
"A" memberi perintah dan "B" menjalankan perintah tersebut
dan tak pernah diperbolehkan untuk memberi umpan balik

hal terkonyol yang pernah dilakukan manusia
aku juga menyebut " benteng konyol untuk seseorang "
0

Tanpa Makna

tergeser hingga tumpur, semua terlepas
sepiak pun tak terlihat mata
hanya saja diri masih saja berpulas mencarinya
Masih berharap abun-abun bisai nantinya
sebatas imaji saja

digetir sedikit saja, lalu disesah dengan keras
tak memutar dahulu tuk diajun

sudahlah..
serentak itu tetap berjalan
tak ada celah untuk menerobos, bahkan kesempatan
gamak-gamak yang terjadi hanyalah gabak

sedikit desah terurai gamblang
namun tak mengerti dimana harus bertitik
tak lurus, tapi juga menengok
memilah segala kendala dan kenyataan
membawanya berlalu
0

Aku Punya Cerita Malam Ini

malam ini dunia sunyi
seperti biasa, masih saja aku menepi dari kampungku
menurutku disini semua kurang sunyi

aku pergi dengan tampang lusuhku
sambil berangan sesuatu yang belum pasti
tak lupa bernostalgia dengan masa-masa tahun lalu
saat semua menjadi aturanku sendiri

ingin rasanya tertawa
tapi malam menahannya
juga menangis dalam dinginnya malam
namun terdiam lagi karna sunyi

air mataku tak lagi bermakna
semua hanya menjadi hiasan malam
terlebih jika terpojok dalam himpitan dunia

coba menulis apa yang ada dalam pikiran
tapi terbatas..
semua harus ada sensor untuk ini
terlebih jika salah penulisan, itu menjadi hal heboh esok hari

akhirnya semua pun hanya dibuat-buat
menjadi satu kebohongan yang bercabang nantinya
karna semua dilakukan dibawah tekanan
0

Diberi Untuk Diambil

segala sesuatunya bisa datang kapan-pun
dan juga pergi atau diambil jika mau
terutarakan sia-sia jika harus mendekap

menderu amat kencang
segala sesuatunya harus diketahui dan dipahami
itu gambaran keras yang cukup menantang

aku selalu salah jika begini
tapi ketika kulakukan sesuai perintah, masih saja tak puas

aku telah lari dari kehidupanku
menekan segala sifat dan sifat
tapi masih saja kurang

kadang tersiksa, kadang merintih
tapi percuma.. aku takkan mendapatkannya lagi
kebebasanku hilang, semua pudar
diterjang suatu aturan yang formal

benar-benar jatuh kali ini
takjub jua dengan perubahan yang serta-merta mengikat hidupku
segala sesuatunya diatur disini
0

Tuan Teori

aku menyatakan bahwa teori tak selalu benar
banyak diantaranya hanya sok tau ketika mendeskripsikan
gambaran kebohongan serta penilaian yang kadang menurut logisnya saja

aku juga menyatakan bahwa teori pun harus disertai tindakan
buat apa memberi aba-aba, jika mereka pun juga melanggarnya

semua dirasa dengan perbandingan logis saja
jika seperti itu, cinta pun juga tidak logis hasilnya

itu semua seperti penilaian dari satu orang saja, dengan teori pula
pernah memikirkan itu dari hati atau perasaan? tentunya tidak
aku sudah tau jawabannya

karna sebenarnya bisa terlihat
siapa yang sebenarnya egois disini
siapa yang selalu memaksakan kehendak

seharusnya tuan teori ini sadar
aku tak harus menjadi seperti yang tertulis disitu
aku bisa mencari jati diriku sendiri

bisa kau rasakan?
bisa kau pahami tuan teori?
0

Tak Lagi Berharap

bukan untuk kufur terhadap nikmat
hanya saja diri merasa segala yang ada menjadi milik bersama
dan semua rasanya menjadi privacy public, menurutku
dan itu termasuk biografi pribadi

aku pernah berharap pada Tuhan
agar tuhan mengembalikan kesendiriaanku
dimana tak ada yang mengawasiku lebih
saat semua kulakukan sendiri
saat semua penuh menjadi keputusanku

kali ini aku tak berharap lagi
cukup dengan penantian yang menurut itu nihil

aku tlah kehilangan semuanya
bahkan sajakku sendiri semua tlah terbaca
diri pun mulai enggan menulis
rasanya semua hanya menjadi serangan balik di kemudian hari

kenyataan yang menurutnya benar
dengan perbandingan yang sangat banyak
itu semua merobohkan aku
menghentak dan mendorongku jatuh
seperti ini..
0

Antara Harapan Dan Kenyataan

melihat jam, menatap kalender yang semakin berlalu
berpegang pada tiang yang rapuh
entah kapan roboh? aku tak tau

hanya saja semua lepas dariku begitu saja
semua mudah dan mulus untuk pergi
itu yang membuatku mulai hancur

aku sadar menunggu sesuatu yang tak pasti itu tak mudah
melewati malam, menembus pagi, dengan hasil yang sama
waktu berjalan, tapi harapan semakin mundur dan pudar
kurasakan itu saat ini

melihat jam, menatap kalender yang semakin berlalu
aku takkan tertidur meski telah larut
garis keras yang menuntun aku tetap berdiri

dengan sadar, kenyataan dan harapan tak sama
hati pun yakin, tapi semua tak sesuai
langkah terseok-seok, nafas tersentak-sentak
namun tak membuat berhenti berharap
meski diri tlah mengetahui, semua takkan jadi nyata
0

Terikat

sejak saat itu dunia mulai tabu
dengan rintihannya yang disembunyikan
lonceng yang dulu sering berbunyi, kini tak lagi terdengar

masih tertatih pada langkah
satu titik batasan yang menghalangiku
juga dengan suara yang selalu memberi rambu-rambu
saat semua yang dilakukan salah  dimatanya

dan cukup menjadi dinding yang tinggi
ketika sajak yang di baca tak masuk di logika
menurutnya itu kekanak-kanakan, tapi tidak untukku

itu membatasiku untuk berkarya
menjadikan rapuh karna tumpuannya sendiri tak teguh
semacam ranting yang dahannya pun tak lagi kuat menyangganya

0

Frontal

dulu, aku tak suka frontal
dimana segala sesuatunya diungkapkan dengan keras
tapi perlahan semua mendidik diriku untuk seperti itu
dan ini pribadi yang baru

bicara masalah dulu
semua sifat dan sikap berkebalikan dengan sekarang

coba bayangkan..
seorang yang sudah puluhan tahun tertutup dan pendiam
kini harus serta-merta membuka mulutnya
juga harus berkoar keras

bukan kah itu menyakitkan?
ya.. orang-orang itu tak menerimaku dengan apa adanya
mereka juga yang menumbuhkan dendam di hati
pendidikan yang cukup bagus untuk remaja yang sedang tumbuh

aku membenci mereka juga dengan aturannya
segala hal membuatku harus berubah
dan menurutku ini buruk, menyakitkan, juga menyiksa hati
0

Memilah Masalah

setiap orang memiliki masalah
tak terkecuali aku
orang yang selalu penuh dengan masalah

entah itu tentang family, love, friend, atau my self
semua bercampur aduk
terkadang bercabang, tersangkut kemana-mana

hanya saja aku benci itu !!!
aku benci orang yang menilai semua itu tanpa memilah
menghubungkan yang satu dengan yang lain

sering aku berfikir
apa mungkin orang yang seperti itu akan senang
ya... senang ketika aku terpojok
karna ketika semua dihubungkan, jelas saja itu membunuh
karna diserang langsung dengan semuanya

ketika semua dipilah, mungkin aku akan bisa menyelesaikan
tanpa mengganggu urusan yang lain

dan aku bertanggung jawab tanpa harus dicampur adukkan
pisahkan semua urusan
karna ada urusan yang itu privacy buatku
tak perlu di campur tangani

dan cara seperti itu lebih bersahabat
tak akan mengurung hatiku
takkan membuatku depresi
takkan membuatku tertekan

mohon pengertian dengan ini
please...... -__-

0

Perang Batin

genderang perang mulai terdengar
hatiku seakan berkecamuk
mencoba meruntuhkan dinding harapan
dimana selama ini aku bersandar pada dinding itu

aku melihat semua menjauh
aku melihat semua pergi
dari ini, dari itu, dari semuanya

ketika perang telah dimulai
aku merasa kejujuran terasa amatlah pekat
ego tak mampu memahami itu
melumat habis hingga tak bersisa

aku merasa semua hilang
aku merasa semua terbang
kesana, menjauh, dari angan

saat semuanya usai
dingin mulai menggerogoti tubuh
mati rasa, sepertinya
coba bertahan dengan ini, dengan apa yang masih melekat di tubuh

aku seperti sendiri
aku seperti tersungkur jatuh ke bawah
di bawah, di dasar, mungkin sampai ke inti bumi

dan semua berakhir, memusnahkan perang itu, termasuk aku
0

Sajak Maaf Untuk Dunia

kadang aku bertanya dalam hati
adakah kata terindah untuk berpisah pada dunia

turun ke bawah dan hilang

di atas itu tak mudah
tak seperti yang terbayangkan

Sudahlah......

aku hanya sisi buruk di balik ketenangan yang ada
tangisan atau rintihan itu di dalam
diluar terlihat muka cerah, indah

banyak orang bilang "orang yang menumpuk masalahnya lebih banyak, akan depresi berat"
kurasakan itu, sekarang..
bilamana waktu itu tiba, mungkin dunia akan menyalahkan aku
karna memang selalu aku yang salah

teramat letih pula orang mencari kenyamanan
namun tak dapat sedikit pun yang diinginkan
sekalipun dapat, ada saja yang menghalangiku
semua ingin memecah suka itu
dimana ketika hal itu hancur, semua akan tertawa lepas

sebuah sajak yang selalu kucari
membuat bintang-bintang diatas kepala berputar
sebuah sajak terindah sebagai kata maaf tuk dunia
aku tak sempurna
karna manusia letak kesalahan, termasuk aku
0

Untuk Beliau

terkadang aku memelas..
dimana orang yang dulu menyayangiku?
dimana orang yang dulu peduli padaku?
sakit rasanya...
tersayat hatiku menjadi serpihan kecil yang akan terberai

sejak dini aku cari kasih sayang itu
kutemukan 3 tahun terakhir
aku pun berterima kasih untuk semua itu
telah membuatku bahagia, telah membuatku gembira

hingga sampai saat ini
entahlah... kuharap bukanlah ujung
namun jikalau ini jadi ujung, aku tak akan sedih
setidaknya aku pernah bahagia di 3 tahun terakhir
aku cukup berterima kasih kepada beliau

NAMUN...
seperti saat ini
aku merindukannya seperti dulu
tangan yang selalu menggandengku
apalagi saat aku hampir terjatuh
kaki yang selalu mengikutiku, meski kadang ku tak tau
mata yang selalu melihatku
meskipun itu jauh, tak terlihat dengan mata biasa
tutur kata yang dulu lembut terdengar
seperti alunan indah untukku
DULU....

kini, tiba-tiba langit mendung
tak kutemukan matahari menyinari
siluet yang kudapat
hingga guntur dan petir berkolaborasi
disertai hujan lebat dan angin
itu semua terjadi, membawaku terhempas
aku terbawa jauh, tersayat
seperti angin dan hujan itu menusukku
SELALU

titik kepurukan terpapar dan tiba
bahkan kertas putih pun memudar karena hujan itu
aku sekarang hanyalah sendiri
tak berarti, mungkin takkan mampu seperti yang diidamkan
0

Semua Bukan Milikku

aku memang sendiri, tak ku punya apapun
jikalau semua itu hilang, memang takdir adanya
aku takkan meragukan ke-Agungan Tuhan
dimana semua jalan pasti telah ditetapkan dan bergaris untuk umat-Nya

seperti ini..
aku bersyukur masih punya anggota badan dan akal pikiran
terasa sempurna untukku

aku takkan menuntut banyak
aku akan berusaha untuk apa yang menjadi inginku
dan itu dariku sendiri, bukan selalu bergantung

ini hanya sebagian kecil yang hilang
tapi suatu saat kuyakin, semua kan kembali padaku
dengan jalanku sendiri, karna aku sendiri
0

Jati Diri

sering aku mencari arti kehidupan
jauh ke dalam hati, dalam jiwa
dimana sering kutemukan jalan buntu

sering kali aku bertanya dimana letak kasih sayang
tak ku temukan disini
selalu tak kutemukan, tak pernah dan tak pernah.. memang tak pernah

berjuang menemukan jati diri lebih sulit
aku melawan rotasi egoku
jauh mendasar tak berujung
dimana semua memojokkan dan selalu menyalahkanku

sedikit aku terpuruk, bahkan hampir mati
semua diinginkan selalu instan, dan aku takkan bisa

dan selalu egoku menang
menguasai jiwa dan hati

mungkin semua takkan berubah jika selalu dipaksa
jalan mempunyai belokan sendiri
dan orang itu sendiri yang akan menentukan dimana ia akan belok
bukan selalu diatur !
bukan untuk di boneka'kan dengan sekat-sekat pembatas
tau kah ? orang itu bisa mati
lebih dari yang dibayangkan, mati karna tersiksa itu jauh mengenaskan

biarkan aku mencari jati diriku, tanpa dipaksa
tanpa sejuta alasan yang harus merenggut siapa aku sebenarnya
 
Copyright © Sajak Pergolakan Jiwa