pengucapan itu harus difikir dahulu
apalagi jika salah ucap, bisa merubah maknanya
begitulah yang sering terjadi
kadang bahasaku tak secanggih kamus-kamus besar
jadi membuat semua berubah makna
tak logis lagi ketika sang ahli bahasa tak menuntunku
malah dia ikut menyalahku
guru yang sebenarnya tak pantas ku panggil guru
ucapannya yang terlalu tinggi membuatku malas mengucapkan sesuatu yang menjadi fakta
satu alasan juga, karna sang guru tak mampu menerima masukan
begitulah adanya
lebih lucu lagi, ketika aku tak boleh memikirkan apa yang akan ku katakan
menurut sang guru, itu awal dari kebohongan dan pembelaan diri
aku sih maklum saja, mungkin karna sang guru curigaan
atau mungkin memang sang guru terlalu sensitif dengan muridnya
entahlah...
yang jelas, semua pengucapan bahasa ini membuatku muak
karna aku bukan belajar lagi
tapi lebih ke penekanan pada diri sendiri
ujungnya hanya capek di perkataan karna kalah debat
juga capek hati karna harus selalu mengalah
apalagi jika salah ucap, bisa merubah maknanya
begitulah yang sering terjadi
kadang bahasaku tak secanggih kamus-kamus besar
jadi membuat semua berubah makna
tak logis lagi ketika sang ahli bahasa tak menuntunku
malah dia ikut menyalahku
guru yang sebenarnya tak pantas ku panggil guru
ucapannya yang terlalu tinggi membuatku malas mengucapkan sesuatu yang menjadi fakta
satu alasan juga, karna sang guru tak mampu menerima masukan
begitulah adanya
lebih lucu lagi, ketika aku tak boleh memikirkan apa yang akan ku katakan
menurut sang guru, itu awal dari kebohongan dan pembelaan diri
aku sih maklum saja, mungkin karna sang guru curigaan
atau mungkin memang sang guru terlalu sensitif dengan muridnya
entahlah...
yang jelas, semua pengucapan bahasa ini membuatku muak
karna aku bukan belajar lagi
tapi lebih ke penekanan pada diri sendiri
ujungnya hanya capek di perkataan karna kalah debat
juga capek hati karna harus selalu mengalah