0

Tak Lagi Berharap

bukan untuk kufur terhadap nikmat
hanya saja diri merasa segala yang ada menjadi milik bersama
dan semua rasanya menjadi privacy public, menurutku
dan itu termasuk biografi pribadi

aku pernah berharap pada Tuhan
agar tuhan mengembalikan kesendiriaanku
dimana tak ada yang mengawasiku lebih
saat semua kulakukan sendiri
saat semua penuh menjadi keputusanku

kali ini aku tak berharap lagi
cukup dengan penantian yang menurut itu nihil

aku tlah kehilangan semuanya
bahkan sajakku sendiri semua tlah terbaca
diri pun mulai enggan menulis
rasanya semua hanya menjadi serangan balik di kemudian hari

kenyataan yang menurutnya benar
dengan perbandingan yang sangat banyak
itu semua merobohkan aku
menghentak dan mendorongku jatuh
seperti ini..
0

Antara Harapan Dan Kenyataan

melihat jam, menatap kalender yang semakin berlalu
berpegang pada tiang yang rapuh
entah kapan roboh? aku tak tau

hanya saja semua lepas dariku begitu saja
semua mudah dan mulus untuk pergi
itu yang membuatku mulai hancur

aku sadar menunggu sesuatu yang tak pasti itu tak mudah
melewati malam, menembus pagi, dengan hasil yang sama
waktu berjalan, tapi harapan semakin mundur dan pudar
kurasakan itu saat ini

melihat jam, menatap kalender yang semakin berlalu
aku takkan tertidur meski telah larut
garis keras yang menuntun aku tetap berdiri

dengan sadar, kenyataan dan harapan tak sama
hati pun yakin, tapi semua tak sesuai
langkah terseok-seok, nafas tersentak-sentak
namun tak membuat berhenti berharap
meski diri tlah mengetahui, semua takkan jadi nyata
 
Copyright © Sajak Pergolakan Jiwa