Tak Lagi Berharap

bukan untuk kufur terhadap nikmat
hanya saja diri merasa segala yang ada menjadi milik bersama
dan semua rasanya menjadi privacy public, menurutku
dan itu termasuk biografi pribadi

aku pernah berharap pada Tuhan
agar tuhan mengembalikan kesendiriaanku
dimana tak ada yang mengawasiku lebih
saat semua kulakukan sendiri
saat semua penuh menjadi keputusanku

kali ini aku tak berharap lagi
cukup dengan penantian yang menurut itu nihil

aku tlah kehilangan semuanya
bahkan sajakku sendiri semua tlah terbaca
diri pun mulai enggan menulis
rasanya semua hanya menjadi serangan balik di kemudian hari

kenyataan yang menurutnya benar
dengan perbandingan yang sangat banyak
itu semua merobohkan aku
menghentak dan mendorongku jatuh
seperti ini..

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © Sajak Pergolakan Jiwa