terkadang aku memelas..
dimana orang yang dulu menyayangiku?
dimana orang yang dulu peduli padaku?
sakit rasanya...
tersayat hatiku menjadi serpihan kecil yang akan terberai
sejak dini aku cari kasih sayang itu
kutemukan 3 tahun terakhir
aku pun berterima kasih untuk semua itu
telah membuatku bahagia, telah membuatku gembira
hingga sampai saat ini
entahlah... kuharap bukanlah ujung
namun jikalau ini jadi ujung, aku tak akan sedih
setidaknya aku pernah bahagia di 3 tahun terakhir
aku cukup berterima kasih kepada beliau
NAMUN...
seperti saat ini
aku merindukannya seperti dulu
tangan yang selalu menggandengku
apalagi saat aku hampir terjatuh
kaki yang selalu mengikutiku, meski kadang ku tak tau
mata yang selalu melihatku
meskipun itu jauh, tak terlihat dengan mata biasa
tutur kata yang dulu lembut terdengar
seperti alunan indah untukku
DULU....
kini, tiba-tiba langit mendung
tak kutemukan matahari menyinari
siluet yang kudapat
hingga guntur dan petir berkolaborasi
disertai hujan lebat dan angin
itu semua terjadi, membawaku terhempas
aku terbawa jauh, tersayat
seperti angin dan hujan itu menusukku
SELALU
titik kepurukan terpapar dan tiba
bahkan kertas putih pun memudar karena hujan itu
aku sekarang hanyalah sendiri
tak berarti, mungkin takkan mampu seperti yang diidamkan
dimana orang yang dulu menyayangiku?
dimana orang yang dulu peduli padaku?
sakit rasanya...
tersayat hatiku menjadi serpihan kecil yang akan terberai
sejak dini aku cari kasih sayang itu
kutemukan 3 tahun terakhir
aku pun berterima kasih untuk semua itu
telah membuatku bahagia, telah membuatku gembira
hingga sampai saat ini
entahlah... kuharap bukanlah ujung
namun jikalau ini jadi ujung, aku tak akan sedih
setidaknya aku pernah bahagia di 3 tahun terakhir
aku cukup berterima kasih kepada beliau
NAMUN...
seperti saat ini
aku merindukannya seperti dulu
tangan yang selalu menggandengku
apalagi saat aku hampir terjatuh
kaki yang selalu mengikutiku, meski kadang ku tak tau
mata yang selalu melihatku
meskipun itu jauh, tak terlihat dengan mata biasa
tutur kata yang dulu lembut terdengar
seperti alunan indah untukku
DULU....
kini, tiba-tiba langit mendung
tak kutemukan matahari menyinari
siluet yang kudapat
hingga guntur dan petir berkolaborasi
disertai hujan lebat dan angin
itu semua terjadi, membawaku terhempas
aku terbawa jauh, tersayat
seperti angin dan hujan itu menusukku
SELALU
titik kepurukan terpapar dan tiba
bahkan kertas putih pun memudar karena hujan itu
aku sekarang hanyalah sendiri
tak berarti, mungkin takkan mampu seperti yang diidamkan
0 komentar:
Posting Komentar